Candlelit Connections: A Family Reunion in Yogyakarta Podcast Por  arte de portada

Candlelit Connections: A Family Reunion in Yogyakarta

Candlelit Connections: A Family Reunion in Yogyakarta

Escúchala gratis

Ver detalles del espectáculo

OFERTA POR TIEMPO LIMITADO | Obtén 3 meses por US$0.99 al mes

$14.95/mes despues- se aplican términos.
Fluent Fiction - Indonesian: Candlelit Connections: A Family Reunion in Yogyakarta Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-01-28-08-38-20-id Story Transcript:Id: Di rumah keluarga besar di Yogyakarta, aroma masakan khas Tionghoa tercium di udara.En: In the large family house in Yogyakarta, the aroma of traditional Chinese cuisine wafted through the air.Id: Dewi, baru kembali ke Indonesia setelah bertahun-tahun tinggal di luar negeri, merasa bersemangat dan sedikit gugup.En: Dewi, having just returned to Indonesia after many years abroad, felt excited and a little nervous.Id: Hari itu, keluarga berkumpul untuk merayakan Imlek.En: That day, the family gathered to celebrate Imlek.Id: Hujan deras turun tak henti-hentinya, seolah memberikan tantangan tambahan untuk rencana Dewi.En: Heavy rain poured incessantly, seemingly giving Dewi's plans an extra challenge.Id: Dewi berdiri di depan jendela besar, mengamati tetesan air yang membasahi taman.En: Dewi stood in front of a large window, watching the raindrops soak the garden.Id: Dia mengingat masa kecilnya, bermain di halaman itu, merasakan rindu akan kenangan indah bersama keluarga.En: She recalled her childhood, playing in that yard, feeling a longing for the beautiful memories with her family.Id: Dewi bertekad mengadakan makan malam reuni yang tak terlupakan demi mengenang akar budayanya.En: Dewi was determined to host an unforgettable reunion dinner to honor her cultural roots.Id: Adi, adiknya yang lebih muda, duduk di sudut ruangan dengan wajah murung.En: Adi, her younger sibling, sat in the corner of the room with a sullen face.Id: Dia merasa terlupakan, seperti bayangan dari kesuksesan Dewi.En: He felt forgotten, like a shadow of Dewi's success.Id: Rina, sepupu mereka yang bijaksana, duduk di antara mereka, mencoba mencairkan suasana dengan berbicara hal-hal ringan.En: Rina, their wise cousin, sat between them, trying to lighten the mood with small talk.Id: "Hujannya tidak berhenti," kata Dewi, mencoba tersenyum meski sedikit cemas.En: "The rain isn't stopping," said Dewi, trying to smile despite being a bit anxious.Id: "Sepertinya kita harus pindah ke dalam."En: "It seems we should move inside."Id: Rina mengangguk, sementara Adi hanya mengedikkan bahu.En: Rina nodded, while Adi just shrugged.Id: Rina kemudian berkata, "Dewi, mungkin Adi bisa membantu kamu mempersiapkan meja?"En: Rina then said, "Dewi, maybe Adi could help you set up the table?"Id: Dewi menatap Adi dengan harapan.En: Dewi looked at Adi with hope.Id: "Bisa bantu aku, Di? Mungkin kita bisa menyusun hidangan bersama?"En: "Can you help me, Di? Maybe we can arrange the dishes together?"Id: Adi terkejut.En: Adi was surprised.Id: Dewi jarang meminta bantuannya.En: Dewi rarely asked for his help.Id: Pelan-pelan, dia berdiri dan mengikuti Dewi menuju dapur.En: Slowly, he stood up and followed Dewi to the kitchen.Id: Hari semakin malam. Di luar, hujan makin deras.En: As the evening wore on, the rain outside grew heavier.Id: Suasana dalam rumah berubah hangat dengan lampu-lampu gantung berkilauan dan meja panjang penuh makanan lezat.En: The atmosphere inside the house turned warm with sparkling chandeliers and a long table full of delicious food.Id: Meski begitu, suasana sempat tegang ketika tiba-tiba listrik padam.En: However, a tense moment came when the power suddenly went out.Id: Rumah mendadak gelap gulita.En: The house was plunged into total darkness.Id: Namun, alih-alih panik, Dewi segera mencari lilin.En: Instead of panicking, Dewi quickly searched for candles.Id: Adi dan Rina membantu menyalakannya satu per satu.En: Adi and Rina helped light them one by one.Id: Dengan cepat, ruangan dipenuhi cahaya lilin yang lembut.En: Soon, the room was softly illuminated by candlelight.Id: Dewi memikirkan cara lain agar suasana tetap hangat.En: Dewi thought of another way to keep the atmosphere warm.Id: "Kita bisa bercerita sambil menunggu lampu kembali," saran Dewi sambil tersenyum.En: "We can tell stories while waiting for the lights to come back," suggested Dewi with a smile.Id: Semua setuju, dan satu per satu mulai berbagi cerita lucu dan kenangan masa kecil.En: Everyone agreed, and one by one began to share funny stories and childhood memories.Id: Tawa pecah di antara mereka, mencairkan sisa ketegangan.En: Laughter broke out among them, melting away the remaining tension.Id: Dalam kegelapan dan kehangatan sinar lilin, Dewi merasa menemukan kembali makna penting dari kebersamaan.En: In the darkness and warmth of the candlelight, Dewi felt she rediscovered the importance of togetherness.Id: Begitu pula Adi.En: So did Adi.Id: Saat senyum mulai tulus menghiasi wajahnya, dia menyadari betapa berartinya keluarga.En: As a genuine smile began to appear on his face, he realized the significance of family.Id: Seolah merayakan kedekatan yang baru ditemukan, lampu tiba-tiba menyala.En: As if celebrating the newfound closeness, the lights suddenly turned ...
Todavía no hay opiniones