The Stolen Brushstrokes: Integrity in Ubud's Downpour Podcast Por  arte de portada

The Stolen Brushstrokes: Integrity in Ubud's Downpour

The Stolen Brushstrokes: Integrity in Ubud's Downpour

Escúchala gratis

Ver detalles del espectáculo

OFERTA POR TIEMPO LIMITADO | Obtén 3 meses por US$0.99 al mes

$14.95/mes despues- se aplican términos.
Fluent Fiction - Indonesian: The Stolen Brushstrokes: Integrity in Ubud's Downpour Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-01-10-08-38-20-id Story Transcript:Id: Hujan deras mengguyur kota Ubud, membasahi setiap sudut dengan gemericik air.En: The heavy rain drenched the city of Ubud, soaking every corner with the sound of water splashing.Id: Di dalam Museum Seni Ubud, Dewi berdiri memandangi kaca besar tinggi yang menyatu dengan arsitektur tradisional dan modern museum itu.En: Inside the Ubud Art Museum, Dewi stood gazing at the large, tall window that harmonized with the museum's traditional and modern architecture.Id: Sebagai kurator seni, dia bangga dengan pameran besar malam itu, hingga kabar buruk tiba di telinganya.En: As an art curator, she was proud of that night's major exhibition, until bad news reached her ears.Id: "Sebuah lukisan hilang," kata Raka, penjaga keamanan museum yang berhati lembut dan bercita-cita menjadi kolektor seni.En: "A painting is missing," said Raka, the museum security guard with a gentle heart who aspired to be an art collector.Id: Raka gugup, tapi juga bersemangat, seperti campuran antara rasa tanggung jawab dan impian pribadi yang memberatkan hatinya.En: Raka was nervous, but also excited, a mix of responsibility and personal dreams weighing down his heart.Id: Lukisan yang hilang itu adalah karya terkenal yang baru didatangkan dari salah satu kolektor pribadi.En: The missing painting was a famous piece recently brought in from a private collector.Id: Dewi tahu betapa pentingnya lukisan itu, bukan hanya dari sisi finansial, tapi juga karena nilai budaya yang terkandung di dalamnya.En: Dewi knew how important the painting was, not just financially, but also because of the cultural value it held.Id: "Relax, Raka.En: "Relax, Raka.Id: Kita akan menemukannya sebelum museum dibuka esok hari," ujar Dewi menenangkan, meskipun dalam hatinya ada kecurigaan yang menari-nari.En: We will find it before the museum opens tomorrow," Dewi reassured him, although in her heart, suspicions began to dance.Id: Ada satu orang yang selama ini dia percayai, kini meragukan.En: There was one person she had trusted all this time, now doubtful.Id: Mereka berdua memutuskan untuk menelusuri kembali langkah-langkah selama persiapan pameran.En: The two of them decided to retrace their steps during the exhibition preparations.Id: Suara air hujan di atap kaca mengikuti mereka ketika mereka menjelajah setiap sudut museum.En: The sound of rain on the glass roof followed them as they explored every corner of the museum.Id: Raka, meski ragu, setia di sisi Dewi, tangannya bergetar sedikit saat melewati ruang penyimpanan yang tersembunyi.En: Raka, though doubtful, remained loyal by Dewi's side, his hands trembling slightly as they passed by a hidden storage room.Id: "Lihat, di sini!En: "Look, here!"Id: " Raka memanggil, menunjuk sebuah pintu kecil yang setengah tertutup.En: Raka called, pointing to a small door that was half ajar.Id: Sedikit cahaya menembus ruangan tersebut, dan di dalam, terletaklah lukisan itu, tersembunyi di antara kotak-kotak kosong.En: A bit of light penetrated the room, and inside, lay the painting, hidden among empty boxes.Id: Raka mendekat, menatap lukisan dengan pandangan penuh keinginan.En: Raka approached, gazing at the painting with a look full of desire.Id: Ada momen di mana hatinya terombang-ambing, terpikir untuk memiliki lukisan tersebut, mengubah mimpi menjadi kenyataan.En: There was a moment when his heart wavered, contemplating owning the painting, turning dreams into reality.Id: Namun, dalam hatinya, sebuah kesadaran tumbuh.En: However, within his heart, an awareness grew.Id: Seni bukan hanya nilai jual.En: Art was not just a commodity.Id: Itu adalah warisan, jiwa dari budaya yang tak ternilai.En: It was heritage, the soul of invaluable culture.Id: Dengan napas dalam, Raka mengangkat lukisan itu dan menyerahkannya kepada Dewi.En: With a deep breath, Raka lifted the painting and handed it to Dewi.Id: "Ini harus kembali ke tempatnya," katanya, mantap.En: "This must go back to its place," he said, firmly.Id: Dewi mengangguk, tersenyum dengan bangga.En: Dewi nodded, smiling proudly.Id: Di tengah derasnya hujan, keduanya berhasil mengembalikan lukisan ke tempatnya di ruang pameran.En: Amid the heavy rain, the two of them managed to return the painting to its place in the exhibition room.Id: Raka, dengan keputusannya, menemukan ketenangan.En: Raka, with his decision, found peace.Id: Rasa hormatnya terhadap seni dan pekerjaannya kian mendalam.En: His respect for art and his job deepened.Id: Malam itu berlalu dengan puas di hati mereka.En: That night passed with satisfaction in their hearts.Id: Dewi pun yakin bahwa museum Ubud, dalam segala keindahannya, aman di tangan yang tepat.En: Dewi was also confident that the Ubud museum, in all its beauty, was safe in the right hands.Id: Raka tidak hanya menemukan kembali lukisan, ...
Todavía no hay opiniones